"Allah melaknat wanita yang bertato dan yang meminta ditato, wanita yang mencabuti rambutnya dan meminta agar rambutnya dicabut, yang giginya diratakan untuk keindahan serta wanita yang merubah ciptaan Allah."
Abdullah Ibnu Umar, HR. Muslim.
Berhias agar terlihat cantik atau tampan dan menawan ?
Mengapa tidak.
Allah tidak melarang kita berhias, Bukankah Allah menyukai keindahan, Sebagaimana yang termaktub dalam sebuah hadist.
Akan tetapi jangan berlebihan atau lebai karena hal tersebut sangat dicela oleh Allah, apabila bila sudah sampai pada operasi plastik untuk menambah agar lebih cantik lagi karena hal itu sudah merubah ciptaan Allah.
Al'Qur'an menjelaskan bahwa merubah ciptaan Allah itu adalah salah satu ajakan syetan kepada para pengikutnya.
Syetan akan berkata kepada pengikutnya itu ,"Dan akan aku suruh mereka mengubah ciptaan Allah, lalu benar-benar mereka merubahnya." (QS An-Nisa :119)
Salah satu bentuk berhiasa yang berlebihan adalah
Mentato, badanya agar tampak menarik dan indah.
Cara menghias dengan mentato badan kini sudah menjadi trend
di masyarakat. Tato kerap dilekatkan sebagai lambang gaya hidup,
masa kini, trendy, modern, atau supaya kelihatan garang atau menyeramkan.
Ragam,warna,corak tato yang beragam dan sangat menarik mengundang minat banyak orang untuk membuatnya sesuka hati.
Gerai atau salon pembuat tato bertebaran di kota-kota besar.
Syekh Yusuf Qardlawi dalam kitab a--Halal wa al-Haram Fi al-Islam sangat mengecam perbuatan ini. ia mengatakan bahwa tradisi mentato ini, merupakan kebiasaan yang terjadi sejak masa jahiliah, sebagian orang-orang Arab dahulu, khususnya kaum perempuan mentato sebagian besar badanya. Mereka awali dari kegiatan kecil, berupa memberi tanda pada muka, dan kedua tangan dengan warna birudalam bentuk ukiran atau gambar tertentu.
Tradisi itu diikuti oleh agama-agama yang ada pada waktu itu, sebagai bentuk persembahan dengan lambang-lambang agama mereka.
Misalnya orang non Muslim melukis salib di tangan dan dada mereka. Perbuatan-perbuatan yang merusak ini dilakukan dengan menyiksa dan menyakiti badan, dengan menusukkan jarum pada badan orang yang ditato itu. SEmua ini menyebabkan laknat Allah baik bagi yang mentato atau yang minta ditato.
Selang beberapa saat kemudian perkataan itu didengar oleh seorang wanita dari Bani Asad'. Ummu Yakup yang suka membaca Al'Qur'an ia didatangi oleh Abdullah bin Umar dan menyampaikan berita yang ia dengar tersebut.
Maka Abdullahpun berkata,"Bagaimana aku tidak melaknat orang yang dilaknat Rasulullah sedangkan hal itu ada di dalam Kitabullah."
Wanita itu berkata," Aku sudah membaca lembaran-lembaran Mushaf Al'Qur'an tapi aku tidak mendapatkannya."
Abdullah pun berkata, " Bila apa yang diberikan Rasulullah kepadamu maka ambillah, jika yang dilarang maka jauhilah.
Di tulis oleh Retno Yuniarti
dari:
Sari Narulita
dan berbagai sumber
Tidak ada komentar:
Posting Komentar