
Berkata - kata adalah hal yang paling mudah dilakukan oleh setiap manusia. Bila yang terluncur adalah kata-kata yang manis tentu kebaikan dan manfaat bagi dirinyalah yang akan diterimanya. Sebaliknya jika kata-kata kotor, kasar yang keluar dari bibirnya tentulah kata-kata tersebut akan menyakiti dan melukai perasaan orang yang mendengarnya, dan kata-kata itu akan dengan mudah menyeretnya ke dalam lubang persoalan yang pada akhirnya akan menjerumuskannya.
Dalam islam gosip samadengan ghibah karena dalam prakteknya bergosip, ngerumpi sama dengan berghibah yaitu membicarakan keburukan orang lain tanpa sepengetahuan orang yang dibicarakan , orang yang dibicarakan tentu tidak suka dirinya menjadi bahan pembicaraan atau buah bibir yang tidak baik.
Dalam redaksi hadist yang diriwayatkan Muslim, Tirmizi, Abu Daud, mengatakan bahwa ghibah ialah, "Engkau menceritakan aib saudaramu tentang sesuatu yang ia benci."
Si penanya kembali bertanya, 'Wahai Rasullah bagaimana jika yang ia cerikan itu benar". Rasullah menjawab, jika benar adanya maka itu disebut ghibah, jika tidak benar disebut fitnah atau dusta.
Bentuk Dan Jenis Ghibah
Beberapa bentuk dan jenis ghibah, di antaranya:
1. Aib dalam agama. Seperti kata-kata pada sesama muslim: Dia itu fasiq, atau fajir (suka berbuat dosa), pengkhianat, zhalim, melalaikan shalat, meremehkan terhadap najis, tidak bersih kalau bersuci, tidak memberikan zakat pada yang semestinya, suka meng-ghibah, dan sebagainya.
2. Aib fisik. Seperti kata-katamu pada sesama muslim: Dia itu buta, tuli, bisu, lidahnya pelat/cadel, pendek, jangkung, hitam, gendut, ceking, dan sebagainya.
3. Aib duniawi: Seperti kata-katamu pada sesama muslim: Dia itu kurang ajar, suka meremehkan orang lain, tukang makan, tukang tidur, banyak omong, sering tidur bukan pada waktunya, duduk bukan pada tempatnya, dan sebagainya.
4. Aib keluarganya. Seperti kata-katamu pada sesama muslim: Dia itu bapaknya fasik, Cina, tukang batu, dan lain-lain.
5. Aib karakter. Seperti kata-katamu pada sesama muslim: Dia itu buruk akhlaqnya, sombong, pendiam, terburu-buru, lemah, lemah hatinya, sembrono, dan lain-lain.
6. Aib pakaian. Kedodoran bajunya, kepanjangan, ketat, melewati mata kaki, kucel/dekil, dan sebagainya.
7. Ghibah di kalangan ulama. Seperti kata-katamu pada sesama muslim: Bagaimana sih kabarnya? (dengan maksud meremehkan), semoga Allah memperbaikinya, semoga Allah mengampuninya, kita memohon ‘afiah dari Allah, semoga Allah memaafkan kita karena kurang rasa malu, dan sebagainya semua kata dan doa yang maksudnya mengecilkan kedudukan orang lain.
8. Prasangka buruk tanpa alasan. Prasangka buruk merupakan ghibah hati.
9. Mendengar ghibah. Tanpa mengingkari/menegur, dan tidak meninggalkan majelis tersebut.
Hukum Ghibah Menurut Ayat di Dalam Al-Qur’an
وَلَا تَجَسَّسُــــوا وَلَا يَغْتَبْ بَعْضُكُمْ بَعْضًــــا
Artinya
وَلَا تَجَسَّسُــــوا وَلَا يَغْتَبْ بَعْضُكُمْ بَعْضًــــا
Artinya
Sebagaimana dijelaskan dalam surat Al-Hujurat ayat 12
yang artinya :
Hai orang-orang yang beriman jauhilah kebanyakan dari prasangka , sesungguhnya sebagian dari prasangka adalah dosa , dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain, dan janganlah sebagian kamu menggunjing sebagian yang lain. Sukakahkah salah seorang diantara kamu memakan daging saudaramu yang sudah mati? Maka tentulah kamu mersa jijik kepadanya.
Dan bertaqwalah kepada Allah . Sesungguhnya Allah Maha penerima tobat lagi penyayang.
Sudah jelas sekali dalam Firmannya Allah menjelaskan bahwa ghibah seperti kita memakan bangkai saudara kita yang telah mati . Tentu hal itu amat sangat menjijikan.
Ghibah muncul biasanya orang tersebut cemburu dan iri hati dengan keberhasilan orang tersebut. Atau bisa juga untuk mengangkat citra dirinya di hadapan orang lain dengan cara menjatuhkan orang yang dibencinya.
Ghibah yang di perbolehkan dalam islam adalah:
1. Orang yang dianiaya.
Oleh karena ia dizolomi maka ia boleh menceritakan atau mengadukan perbuatan orang yang menzholimi dirinya dalam rangka menuntut haknya.
Seperti yang tertera dalam surat An-Nisa ayat :148
لَا يُحِبُّ اللَّهُ الْجَهْرَ بِالسُّوءِ مِنَ الْقَوْلِ إِلَّا مَنْ ظُلِمَ ۚ وَكَانَ اللَّهُ سَمِيعًا عَلِيمًا
yang artinya
Allah tidak menyukai ucapan buruk, (yang diucapkan) dengan terus terang kecuali oleh orang yang dianiaya. Allah adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
Bentuk Dan Jenis Ghibah
Beberapa bentuk dan jenis ghibah, di antaranya:
Beberapa bentuk dan jenis ghibah, di antaranya:
1. Aib dalam agama. Seperti kata-kata pada sesama muslim: Dia itu fasiq, atau fajir (suka berbuat dosa), pengkhianat, zhalim, melalaikan shalat, meremehkan terhadap najis, tidak bersih kalau bersuci, tidak memberikan zakat pada yang semestinya, suka meng-ghibah, dan sebagainya.
2. Aib fisik. Seperti kata-katamu pada sesama muslim: Dia itu buta, tuli, bisu, lidahnya pelat/cadel, pendek, jangkung, hitam, gendut, ceking, dan sebagainya.
3. Aib duniawi: Seperti kata-katamu pada sesama muslim: Dia itu kurang ajar, suka meremehkan orang lain, tukang makan, tukang tidur, banyak omong, sering tidur bukan pada waktunya, duduk bukan pada tempatnya, dan sebagainya.
4. Aib keluarganya. Seperti kata-katamu pada sesama muslim: Dia itu bapaknya fasik, Cina, tukang batu, dan lain-lain.
5. Aib karakter. Seperti kata-katamu pada sesama muslim: Dia itu buruk akhlaqnya, sombong, pendiam, terburu-buru, lemah, lemah hatinya, sembrono, dan lain-lain.
6. Aib pakaian. Kedodoran bajunya, kepanjangan, ketat, melewati mata kaki, kucel/dekil, dan sebagainya.
7. Ghibah di kalangan ulama. Seperti kata-katamu pada sesama muslim: Bagaimana sih kabarnya? (dengan maksud meremehkan), semoga Allah memperbaikinya, semoga Allah mengampuninya, kita memohon ‘afiah dari Allah, semoga Allah memaafkan kita karena kurang rasa malu, dan sebagainya semua kata dan doa yang maksudnya mengecilkan kedudukan orang lain.
8. Prasangka buruk tanpa alasan. Prasangka buruk merupakan ghibah hati.
9. Mendengar ghibah. Tanpa mengingkari/menegur, dan tidak meninggalkan majelis tersebut.
diannggap sama dengan yang mengghibah.
وَلَا تَجَسَّسُــــوا وَلَا يَغْتَبْ بَعْضُكُمْ بَعْضًــــا
Artinya: Dan janganlah kamu mencari-cari keburukan orang dan janganlah sebahagian kamu menggunjing sebahagian yang lain. (QS.al-Hujurat:12)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar